Selip ban berjalan tetap menjadi tantangan yang terus-menerus dalam operasi penanganan material, yang menyebabkan seringnya waktu henti, penurunan produktivitas, dan peningkatan biaya perawatan. Solusi pelapisan dan pelapisan poliuretan menawarkan pendekatan yang efektif untuk merevitalisasi sistem konveyor dan memastikan operasi yang stabil dan efisien.
Lagging pulley konveyor melibatkan penerapan lapisan bahan elastis—biasanya poliuretan atau karet berkinerja tinggi—ke permukaan kontak pulley konveyor. Proses ini memiliki dua tujuan utama: meningkatkan koefisien gesekan antara pulley dan ban berjalan untuk meningkatkan traksi dan mengurangi selip, sekaligus meminimalkan keausan pada kedua komponen untuk memperpanjang umur peralatan.
Poliuretan telah muncul sebagai bahan pilihan untuk lagging pulley konveyor karena karakteristik kinerjanya yang unggul dibandingkan dengan karet tradisional:
Proses ini mengikat poliuretan ke permukaan pulley di bawah suhu dan tekanan tinggi, menciptakan permukaan yang tahan lama dan terintegrasi. Vulkanisasi panas memberikan kekuatan adhesi dan ketahanan aus yang luar biasa, menjadikannya ideal untuk aplikasi tugas berat, kecepatan tinggi, dan keausan tinggi.
Menggunakan perekat khusus untuk menempelkan lembaran poliuretan ke permukaan pulley, ikatan dingin menawarkan proses pemasangan yang lebih sederhana yang tidak memerlukan pembongkaran pulley. Metode ini cocok untuk aplikasi tugas ringan di mana aksesibilitas perawatan diprioritaskan.
Berbagai tekstur permukaan meningkatkan kinerja untuk aplikasi tertentu:
Dalam lingkungan yang sangat menuntut—seperti aplikasi basah, berlumpur, atau beban berat—lagging keramik menghadirkan alternatif yang efektif. Metode ini menanamkan ubin keramik bertekstur di dalam matriks karet, menggabungkan kekerasan dan sifat gesekan keramik dengan fleksibilitas karet.
Pendekatan lagging khusus mengatasi tantangan keausan pada pulley sayap, yang memandu aliran material dalam sistem konveyor:
Pemilihan lagging yang tepat memerlukan evaluasi dari berbagai faktor:
Solusi lagging ini menemukan aplikasi di berbagai industri termasuk pertambangan, produksi semen, pembangkit listrik, operasi pelabuhan, pengolahan makanan, dan pusat logistik. Teknologi terus berkembang dengan bahan dan metode pemasangan baru yang memenuhi tuntutan sistem penanganan material modern yang terus meningkat.